Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
Berita lainnya
08-12-2017
Tingkatkan Pelayanan Publik, Kebun Raya Purwodadi selenggarakan Pelatihan Budaya Pelayanan Prima yang kedua

30-11-2017
Jenis Tumbuhan Asing Invasive Ditemukan di Cagar Alam Pulau Sempu, Peneliti Kebun Raya Purwodadi Berikan Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan

27-11-2017
Acara Lepas Sambut Kepala BKT Kebun Raya Purwodadi-LIPI

berita lainnya >>



beranda > what's on > jenis tumbuhan asing invasive ditemukan di cagar alam pulau sempu, peneliti kebun raya purwodadi berikan rekomendasi kebijakan pengelolaan

Jenis Tumbuhan Asing Invasive Ditemukan di Cagar Alam Pulau Sempu, Peneliti Kebun Raya Purwodadi Berikan Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan



Rabu (22/11) lalu Tim Peneliti Pulau Sempu Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI mengunjungi  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini dalam rangka menyerahkan rekomendasi kebijakan pengelolaan kawasan konservasi berkaitan dengan keberadaan jenis tumbuhan asing invasif di Cagar Alam Pulau Sempu. Paket rekomendasi kebijakan tersebut disampaikan dalam acara diseminasi hasil penelitian “Diversitas Flora Pulau Sempu” yang diterima dengan baik oleh Kasubid Teknis BBKSDA Provinsi Jawa Timur, Ir. Indri Faulina.


Sebagai kawasan konservasi, Pulau Sempu menyimpan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang bernilai bagi kehidupan dan ilmu pengetahuan. Pulau Sempu merupakan miniatur ekosistem Pulau Jawa yang perlu dipertahankan. Pulau kecil dengan luas area yang sempit memiliki keterbatasan daya dukung dan kemampuan yang rendah untuk pulih dari gangguan sehingga sangat rentan terhadap kerusakan ekosistem. Salah satu ancaman yang menjadi permasalahan adalah munculnya jenis-jenis tumbuhan asing invasif. Masuknya tumbuhan asing invasive dapat berpotensi merusak ekosistem dan biodiversitas flora di pulau kecil karena kecepatannya mendominasi suatu kawasan.


Penelitian yang dilakukan dari tahun 2015 hingga 2017 oleh Tim Peneliti KRP-LIPI menunjukkan ada 15 jenis tumbuhan asing invasif pada delapan lokasi di Cagar Alam Pulau Sempu. Populasi jenis tumbuhan asing invasif tertinggi ditemukan di area Gladakan dan Segara Anakan. Kedua lokasi ini merupakan lokasi yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat.  Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Teratai Putih (Nymphaea alba) yang ditemukan di Telogo Lele dan Telogo Dowo diduga diintroduksi oleh manusia karena kedua lokasi tersebut terletak jauh dari bibir pantai dengan posisi populasi yang berpola layaknya diberi jarak tanam.


Menurut Ridesti, Peneliti KRP-LIPI, “Berdasarkan kajian dari berbagai sumber dan referensi, diantara jenis-jenis tumbuhan asing invasif yang ditemukan di Pulau Sempu, 5 jenis diantaranya termasuk ke dalam daftar 100 jenis organisme invasif paling berbahaya di dunia, yaitu Kirinyuh (Chromolaena odorata), Alang-alang (Imperata cylindrica), Kembang Telekan (Lantana camara), Kecrutan (Spathodea campanulata), dan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes). Selain itu, empat jenis diantaranya termasuk ke dalam 10 jenis gulma yang paling sulit dikendalikan di dunia yaitu Rumput Teki (Cyperus rotundus), Rumput Belulang (Eleusine indica), Alang-alang (Imperata cylindrica), dan Enceng gondok (Eichhornia crassipes)”.

 

Untuk menekan penyebaran jenis tumbuhan asing invasif, tiga rekomendasi kebijakan telah diajukan kepada BBKSDA Provinsi Jawa Timur selaku pemegang otoritas pengelolaan kawasan konservasi Cagar Alam Pulau Sempu.  Ketiga kebijakan pengelolaan yang direkomendasikan meliputi: (1) Bukaan lahan seperti pembuatan jalan setapak untuk pengunjung di Pulau Sempu sebaiknya diminimalisir atau dilarang, (2) Pihak pengelola dapat memberikan penyuluhan(dalam bentuk banner dan papan informasi) tentang tumbuhan asing invasif terhadap pemandu lokal yang menjadi mitra konservasi serta para pengunjung yang memasuki kawasan Cagar Alam Pulau Sempu, dan (3) Monitoring secara lebih intensif terhadap jenis-jenis tumbuhan asing invasif dapat dilakukan di area dan jalur yang sering dilewati atau dikunjungi oleh masyarakat seperti area Segara Anakan dan area pantai bagian Barat. 

 

“Ancaman terkait keberadaan tumbuhan asing invasif memang menjadi permasalahan di berbagai kawasan konservasi khususnya di Jawa Timur oleh karena itu harus segera mendapatkan perhatian dan penanganan sebelum terlambat. Keberadaan payung hukum atau peraturan (regulasi) terkait pencegahan masuknya jenis asing yang berpotensi menjadi invasif, serta peraturan yang mendukung pengelolaan jenis asing invasif juga mendesak untuk segera diterbitkan”, pungkas Indri Faulina dan menutup acara diseminasi ini.




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton